Zona Merah Sentuh 44 Kelurahan, Walikota Peringkat Kembali Untuk Tidak Mudik

banner 160x600

riaubertuah.id

PEKANBARU, Riaubertuah.co.id - Zona Merah di Pekanbaru meluas hingga 44 kelurahan di Pekanbaru, maka Walikota Pekanbaru Firdaus mengajak warga Sholat Ied di rumah saja.

Walikota Pekanbaru Firdaus mengajak masyarakat di Zona Merah di Pekanbaru bisa menunaikan shalat Idul Fitri atau Sholat Ied tahun ini di rumah saja.

Walikota Pekanbaru Firdaus mengimbau masyarakat agar mengikuti anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pelaksanaan Sholat Ied khusus di kawasan Zona Merah di Pekanbaru .

Zona Merah di Pekanbaru meluas, setidaknya 44 kelurahan di Pekanbaru masuk Zona Merah, untuk itu Walikota Pekanbaru Firdaus mengajak warga agar tidak Mudik Lebaran 2021.

Melihat semakin meluasnya Zona Merah di Pekanbaru itu, Walikota Pekanbaru Firdaus juga mengimbau warga untuk tidak bepergian ke luar kota.

Walikota Pekanbaru Firdaus mengatakan bahwa sejalan dengan meluasnya Zona Merah di Pekanbaru jadi 44 kelurahan, kasus covid-19 di Pekanbaru sangat mengkhawatirkan.

Walikota Pekanbaru Firdaus pun mengingatkan masyarakat agar disiplin mengikuti protokol kesehatan.Masyarakat bisa melakukan silaturahmi secara virtual dengan sanak saudara di kampung halaman dan bisa lebaran di Pekanbaru."Hindari kerumunan, hindari bepergian ke luar kota.

Cukup berhari raya di Pekanbaru saja," tegasnya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (3/5/2021).Menurutnya, masyarakat diimbau untuk tidak Mudik Lebaran tahun ini untuk mencegah penyebaran covid-19.Ada potensi penyebaran covid-19 meluas saat mudik ke kampung halaman.

Firdaus khawatir nantinya keluarga di kampung halaman terpapar covid-19.Masyarakat Pekanbaru yang berada di Zona Merah yang punya potensi penularan cukup tinggi.

Apalagi ada di antara calon pemudik ternyata berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).Kondisi ini jelas mengkhawatirkan adanya penularan covid-19 di kampung halaman.Mereka yang punya daya tahan tubuh lemah tentu bakal tertular.

Ia mengingatkan agar masyarakat menghindari potensi kerawanan tersebut."Kalau sayang sama keluarga di kampung, jangan tulari mereka dengan covid-19, tetap di Kota Pekanbaru," paparnya.