Komunitas TDA Perempuan 7.0 Taja Kopdar Rayakan Hari Ibu Bersama Kartini SKM Inspiring Woman  

banner 160x600

riaubertuah.id

 

Pekanbaru - riaubertuah.co.id - Banyak hal yang bisa dilakukan untuk merayakan Hari Ibu yang jatuh pada hari ini Rabu (22/12/21).

Tak terkecuali dengan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Perempuan 7.0 laksanakan kopdar dengan lebih dari separuh anggota yang hadir di Meet Up Cafe Jalan Todak Pekanbaru.

Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Perempuan 7.0 diisi oleh para ibu rumah tangga yang mampu membagi waktu untuk berwirausaha sekaligus menjadi pengusaha diberbagai bidang usaha yang tengah digeluti saat ini.

Ini terungkap dari penjelasan Ketua Komunitas TDA perempuan 7.0 Arfah Dwi Sri Sartika Amg. S.K.M., sehubungan dengan komunitas yang dipimpinya.

“Bersyukur sekali kami komunitas TDA perempuan 7.0 bisa bertemu dan berkumpul setelah sekian lama hanya bisa mengadakan pertemuan melalui zoom meeting saja hari ini walaupun tidak semua anggota yang dapat hadir namun dalam merayakan hari ibu ini Saya ucapkan terima kasih atas atensinya bagi ibu-ibu pengusaha hebat ini, “ ucap Owners Latansa beralamat di Jalan Kapling.

“Sebenarnya TDA sendiri berskala nasional tersebar disetiap Provinsi dan daerah kami tergabung dalam Komunitas TDA perempuan 7.0 Daerah Pekanbaru anggotanya ada sekitar 103 pengusaha mulai dari bidang usaha kuliner, jasa, furniture, konsultan, apotik dan banyak lagi, sedangkan Komunitas TDA Perempuan 7.0 Pekanbaru semacam organisasi sayap yang menaungi pengusaha perempuan baik dianya ibu rumah tangga atau belum berumah tangga, “ jelas Ika sapaan akrab Ketua Komunitas TDA 7.0 ini.

Dia juga berpesan di Hari Ibu ini bahwa selain sukses menjadi seorang pengusaha kita juga merupakan seorang ibu yang wajib mendidik anak-anak serta memperhatikan keluarga.

“Penting Saya sampaikan bagi anggota Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Perempuan 7.0 di Hari Ibu ini bahwa selain sukses menjadi seorang pengusaha kita juga harus mampu menjadi seorang Ibu bagi anak-anak kita mendidik mereka agar lebih baik dari pada kita hari ini sekaligus bisa mengurusi keluarga dirumah, “ imbuh Ika ibu dari tiga orang anak ini.

Sungguh beruntung bagi para anggota Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Perempuan 7.0 yang dapat hadir pada hari ini bagaimana tidak hadir seorang Inspiring Woman dihadapan mereka sebagai pembicara yang bertema Yes!! I'm Mom Preneur.

Tak dapat diragukan lagi dianya adalah seorang pengusaha klinik juga, pendiri kuliner kincay, dan anggota dewan Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS di Komisi III dan yang paling penting Kartini S.K.M juga merupakan ibu rumah tangga yang mampu membagi waktu dalam seabrek kesibukannya.

Tak pelak lagi berbagi ilmu dan pengalaman yang diberikan oleh Kartini S.K.M., mendapat animo dan antusias tersendiri dari para hadirin.

“Saya senang dapat hadir ditengah-tengah pengusaha perempuan Pekanbaru untuk merayakan Hari Ibu walaupun seorang pengusaha jangan pernah lupakan kodrat kita sebagai perempuan urus anak, suami dan keluarga, “ kata penulis Happy Hamil Happy Mom ini.

“Sebenarnya banyak hal yang dapat ditulis tentang terkait perjalanan saya, saya pernah menjadi PNS di usia 43 tahun minta pensiun terus mendirikan rumah sakit hingga hari ini menjadi anggota dewan sekaligus Ibu bagi anak-anak saya dan istri bagi suami kepala rumah tangga saya, “ tuturnya.

Sempat banyak orang yang kontra pada saat Kartini memutuskan untuk ikut pencalonan anggota legislatif hingga akhirnya terpilih menjadi anggota dewan namun dia punya alasan penting untuk memutuskan ambil bagian dalam mewakili konstituen yang mempercayainya.

“Banyak yang menyayangkan saya menjadi anggota dewan, namun Saya setuju dengan apa yang diucapkan oleh Erdogan Presiden Turki bahwa bila ruang-ruang politik tidak diisi oleh orang-orang baik maka ruang-ruang politik akan diisi oleh orang-orang jahat, “ kata Kartini S.K.M..

 1640190489-RiauBertuah co-IMG-20211222-WA0006

“Balik terkait kegiatan perempuan yang menjadi pengusaha saya sangat mendukung sekali namun jangan lupakan tugas merawat anak dan keluarga jangan lupa untuk menyiapkan akhlak anak-anak karna masalah akhlak ini yang menjadi permasalahan besar setiap keluarga akhir-akhir ini, dan jangan lupa siapkan anak-anak menjadi anak-anak yang mandiri jangan manjakan itu tidak baik, “ tutup perempuan yang juga seorang motivator.

 

 

Laporan : teti guci