Opini

Ketum Ipmakusi Pekanbaru: Pemimpin di Kuansing harus Bijak dan Arif untuk segera menyelesaikan Persoalan

banner 160x600

riaubertuah.id

Penyalainews, Pekanbaru - Polemik yang terjadi diakibatkan mencuatnya statmen dari Wakil Bupati Kuantan Singingi mengenai pengunduran diri bersyarat hingga pelunasan hutang kampanye, yang ada media cetak dan media online di Riau beberapa waktu lalu mengundang reaksi dari berbagai pihak, reaksi ini diantaranya terlihat baik dari saluran jejaring pesan singkat di Facebook, Grup WhatsApp hingga  pertemuan dan statemen dari Ikks Pekanbaru.
 
Ketuan Umum Ipmakusi Pekanbaru Wiriyanto Azwir kepada penyalainews.com mengatakan Kabupaten Kuansing dalam beberapa setahun terakhir terlihat ada cukup banyak beragam dinamika yang terjadi, sebut saja persoalan tata kelola keuangan, persoalan pengesahan APBD,pengangkatan Honorer,terakhir pemerintah juga diberi masukan terkait dana sertifikasi guru,meski kabupaten Kuansing juga terlihat dari prestasinya dalam agenda agenda wisata seperti Anugrah Pesona Indonesia.(Sabtu,03/02/18).
 
Contohnya Pacu Jalur Kebanggan Kuansing, mulai kembali berbenah ya ditataran pembangunan, semua harus dan memang direspon, ada yang pro, ada pula yang kontra itu jelas biasa,sudah sunnatullahnya suatu kebijakan itu,akan tetapi terdapat hal hal yang perlu diperhatikan mengenai berjalan nya kehidupan pemerintahan di Kuansing," jelas Wiriyanto
 
 
Katanya lagi, " Namun dibalik kelemahan dan kelebihan tersebut ada hal penting yang mencuat kalau tak kita sebut menggelikan, ketika ranah tanah yang harusnya sesegera mungkin dapat diselesaikan oleh internal partai,beberapa kasus mencuat semakin menunjukkan kurangbijak nya para tokoh,elit politik dalam mengelola persoalan yang harus nya dapat diselesaikan diranah ranah persona,atau bahkan jalur hukum, menjadi konsumsi publik, tak tanggung tanggung,intensitas politik Riau jelang Pilgub Riau, Justru kali ini terkesan kalah (dengan munculnya Headline, dihalaman pertama koran terbesar di Riau) sangat mengejutkan. Ada yang mencoba menerka nerka,ada yang menertawakan, adapula reaksi yang mengecam pihak pihak terkait." Tutur Wiriyanto Azwir dengan nada tegas
 
Ungkapnya lagi, " Harapan dari mahasiswa, agar segera persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik,dan tentunya kita berpesan kepada para petinggi, tokoh masyarakat dapat mendinginkan situasi yang berkembang , dan dapat menahan diri, menyelesaikan polemik sesuai jalur komunikasi,' ungkap Wiriyanto
 
Pesan lain yang harusnya dikerjakan oleh Pemerintah adalah Pemerataan Pembangunan,Baik di jajaran Desa, Kecamatan yang ada di rantau Kuantan, dan Juga di Rantau Singingi juga segera mungkin diselesaikan dan direalisasikan, tidak ada yang lebih indah dari harmoni,kalau pun ada dinamika ,perjanjian komitmen pun agar dapat ditunaikan,soal orang ketiga keempat Wallahu alam,biarlah itu diselesaikan lewat komunikasi komunikasi lintas petinggi, Partai politik pun hendaknya dapat mengambil peran strategis dalam penyelesaian polemik yang berkembang,bukan terkesan membiarkan anggota partai, petugas partai,yang diusung bertekak di Ruang Ruang publik, masyarakat mengharapkan kesejahteraan,pemerataan pembangunan,pendidikan yang layak,kalau meminjam Petuah yang telah lama menjadi kebanggaan Kuansing,Basa tu Nogori Maju, nah sebaliknya kalau Bapocah ? Semoga Semua pihak dapat menyelesaikan persoalan sesegera mungkin
 
Dikatakan Wiriyanto lagi, "Kiranya kita perlu mengingat Pentingnya ungkapan Ahli, Franz magnes suseno (1988: 2) Etika Politik memberikan patokan-patokan , orientasi dan pegangan normatif bagi mereka yang memang ingin menilai kualitas tatanan dan keidupan politik dengan tolok ukur martabat manusia. jelas sekali martabat dan ukuran ukuran etik diperlukan dalam pengelola konflik kepentingan,Mampun tata kelola kekuasaan dalam menyelenggarakan pemerintahannya." tukasnya
 
"Pemerintah harus segera menyelesaikan polemik personal yang terjadi secara lebih Arif dan bijaksana,bukan membawa persoalan ini ke ruang publik'' , tutup Wiriyanto Aswir Ketua Umum Ipmakusi Pekanbaru***red
 
Rezky FM