PEKANBARU, Riaubertuah.co.id - Belakangan beberapa giat polisi berhasil bongkar dan mengamankan sejumlah pasangan diduga mesum di Hotel Sabrina Pekanbaru. Seperti terakhir Polda Riau lewat Tim Bono Samapta mengamankan 37 orang yang diduga pasangan mesum di hotel yang berlokasi di jalan HR Soebrantas Pekanbaru itu.
Bukan hanya para pelaku, petugas juga amankan sejumlah barang bukti seperti 37 buah alat kontrasepsi dan 48 butir pil KB saat penggeledahan di kamar hotel tersebut. Peristiwa itu tentu mendapat sorotan DPRD Pekanbaru.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Isa Lahami bahkan mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Kota Pekanbaru melalui OPD terkait, harus segera mengambil langkah atas kejadian ini. Bahkan ia meminta Pemko segera menutup operasional Hotel Sabrina Pekanbaru.
"Kita rekomendasi Hotel Sabrina Pekanbaru dicabut izinnya. Ini sering terjadi dan sudah berulang kali ditemukan. Kita mencurigai ini modus saja," katanya, Senin (14/06/21).
Politisi PKS ini menduga Hotel Sabrina Pekanbaru justru menjadi tempat yang dikarang oleh agama tersebut. "Harusnya Pemko mentelaah lagi izin dan peruntukkannya. Apakah izinnya untuk hotel atau untuk gitu (mesum)," tuturnya.
Sebelumnya bersama Satpol PP Pekanbaru, Komisi I DPRD Pekanbaru melakukan razia di Hotel Sabrina, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Dari razia itu, memang ditemukan banyak sekali pasangan muda mudi tanpa ikatan pernikahan resmi.
"Ini sudah jelas. Karena sudah berulang ulang ketika digerebek kedapatan terus," singkatnya.
Kata Isa, Manajemen Hotel Sabrina Pekanbaru juga pernah dipanggil saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruangan Komisi I DPRD Pekanbaru. Dari hasil rapat itu, saat ditanya, manajemen hotel menjawab dengan berbelit-belit.
"Jawabannya tidak jelas kalau itu (menerima tamu tanpa ikatan nikah,red) dari pegawai. Saya sampaikan, kami tidak bisa menerima jawaban seperti itu. Kalian punya hotel harusnya kalian mengawasi. Tidak bisa menyalahkan pegawai," bebernya.
sumber : riauterkini.com


