Pekanbaru, riaubertuah.co.id - Sungguh sangat bisa dibanggakan kondisi SMP 20 Pekanbaru saat di pimpin oleh Kepsek Nurbaiti M.Pd., dengan deretan prestasi serta dapat nilai terakreditasi A.
Tapi amat disayangkan kondisi terakhir sekolah menengah pertama yang telah ditinggalkan oleh Kabid SMP Kota Pekanbaru Nurbaiti saat ini.
Ada apa sebenarnya dengan kinerja Kabid SMP? Pernah saat akan ditemui Kabid SMP diruang kerjanya namun tidak ada ditempat dengan alasan sakit, tujuanya ingin menanyakan kinerja Kepsek dibawah pengawasan Kabid SMP Kota Pekanbaru.
“Bu Kabid tadi ada tapi izin ke dokter hari ini karna ada gangguan sakit kepala kayaknya mau ke klinik beliau, “ Ucap Eri sekretaris Kabid SMP Kota Pekanbaru.
Bagaimana tidak selain kurangnya perhatian Kepsek baru Syafrida Ali terhadap kondisi sekolah di bawah pimpinannya diduga juga telah melakukan kerjasama dengan pihak warung atau kedai yang berada di sekitar sekolah untuk mengadakan Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan harga seragam yang telah ditentukan.

Tidak dapat tidak tentu saja ini telah melanggar Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 Pasal 12 huruf (a) menyebut, Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah.
Dari informasi yang didapat melalui pesan chat whatsapp dari salah seorang wali murid yang anaknya bersekolah di tempat tersebut mengatakan kepada awak media riaubertuah.co.id bahwa ada pesan whatsapp dari wali kelas agar dapat membeli LKS di kedai ujung sekolah.
“Anak kami suruh beli LKS sama wali kelas (isi pesan di chatt WA :”Assalammualaikum anak anak ibuk mulai tgl 3 januari 2022 sudah bisa membeli LKS untuk semerter genap tempatnya di kedai etek di ujung sekolah kita dekat tempat parkir siswa harganya 130 rb untuk 10 mata pelajaran .mohon segera krn waktu penjualannya hanya sebulan terimakasih .-red), “ kata nara sumber yang namanya tidak mau disebut.
Sebelum adanya kejadian ini pada kurun waktu antara bulan Juli – November 2021 awak media sudah sering ingin sekedar bersilaturahmi dengan Kepsek Syafrida Ali namun tidak pernah bertemu karena tidak pernah berada ditempat.

Sebelumnya pernah juga mendatangi SMP 20 pada saat Kepsek Syafrida Ali akan melakukan pesta pernikahan anaknya sampai pada akhirnya awak media meninjau langsung penjualan LKS di sebuah kedai pada Selasa (04/01/22).
Temuan yang menodai kredibilitas sekolah berprestasi langsung berubah ketika keseringan awak media menemui hanya ruang kerja kepsek yang terkunci serta bagian humas sekolah juga selalu kosong pernah ada juga pas didatangi seorang ibu yang sedang tidur dilantai ruangan beralaskan tikar, saat ditanya awak media kemana petugasnya dijawab lagi ke kantin.
“Ibunya lagi ke kantin saya cuma numpang tidur aja disini, “ katanya.
Aneh memang hasil yang didapat saat itu disaat jam-jam sibuk petugas tidak berada ditempat ada peran pengganti disana entah kepentingannya tidak jelas.
Saat berita ini diturunkan Kepsek Syafrida Ali tetap tidak dapat ditemui.
Sedangkan Kabid SMP Nurbaiti M.Pd., saat dihubungi awak media baik melalui sambungan seluler maupun melalui chat whatsapp tidak pernah ada tanggapan.
Laporan : tetiguci


