BKSDA Bersama Warga Empat Desa Halau Kawanan Gajah Penyerang Warga

banner 160x600

riaubertuah.id

TELUKKUANTAN, Riaubertuah.co.id - Petugas BKSDA, TNI dan warga empat desa berupaya menghalau kawanan gajah yang ada didesa Koto Inuman, kecamatan Inuman, Kuantan Singingi, Riau. Namun upaya belum berhasil sebab adanya bayi gajah.

Untuk sementara waktu pemimpin rombongan dari BKSDA, Zulkifli, menyarankan agar mundur dulu untuk menjaga hal tidak diinginkan, sebab kawanan gajah menyerang saat dilakukan pengusiran.

" Kita cooling down dulu dua hari, Kita lanjutkan dengan teknis dan strategi yang lebih baik lagi," ujarnya.

Mengenai perlawanan gajah menurut Zulkifli dugaan sementara karena diantara kawanan gajah ada bayi gajah yang baru lahir. "Pengakuan warga memang ada bayi Gajah diantara kawanan," jelasnya.

Zulkifli, menyebutkan dari pengalaman yang ada induk gajah akan reaktif dan agresif melindungi bayinya dari pihak luar. Sehingga siapapun yang datang akan dilawan karena dianggap menganggu anaknya.

" Sebenarnya kawanan gajah bereaksi dalam rangka melindungi anaknya," kata Zulkfili.

ApalagI insting gajah dalam memprediksi bahaya kepada mereka cukup baik. Dalam radius lima kilometer mereka bisa memprediksi bahaya yang akan mengancam dengan meletakkan belalai ke tanah.

" Kalau belalai sudah tegak dan kuping naik itu tandanya akan menyerang," ujarnya. Sementara Kades Koto Inuman, Darmawan, menyebutkan situasi terakhir menyebut kawanan gajah semakin turun mendekati pemukiman warga.

" Kalau posisi dihalau pertanggal 15 Mei ada sekitar 15 kilometer dari desa. Sekarang kawanan gajah terus bergerak ke desa," jelasnya.

Ia berharap BKSDA dan pihak terkait bisa mengatasinya supaya warga tidak mengambil tindakan sendiri mengamankan kebun dan permukiman mereka dari kerusakan.***

 

 

sumber : riauterkini.com