Banjir Terus Berulang, Aktivis Pekanbaru Sayangkan Buruknya Pengelolaan Tata Kota

banner 160x600

riaubertuah.id

Pekanbaru (Riaubertuah.co.id ) -- Banjir bagi Kota Pekanbaru tampaknya bukan hal yang asing lagi ketika hujan mulai mengguyur kota Madani. Sungguh Memprihatinkan, karena setiap bencana banjir selalu saja menimbulkan kerugian yang sangat besar, baik yang dialami warga masyarakat, para pelaku dunia usaha, maupun semakin membengkaknya pengeluaran anggaran pembangunan serta rusaknya berbagai prasarana umum yang dikelola oleh pemerintah.

Menanggapi Hal tersebut,Rezki Nur Ichsan salah seorang aktivis asal Pekanbaru mengkritik buruknya tata kota Pekanbaru menjadi penyebab timbulnya banjir. Harusnya Pemerintah sudah memikirkan dengan matang bagaimana mengelola Daerah Aliran Sungai didalam kota Pekanbaru.

Daerah Aliran Sungai ini harus bersih dari segala macam bangunan, laju air menuju sungai harus dipelancar. Kalau sekarang ini tidak, pembangunan kota Pekanbaru tidak terkendali dan terencana sehingga menyebabkan semakin berkurangnya wilayah resapan air. Hal itu diperparah lagi dengan buruknya sistem drainase yang ada, contohnya di Jl.Jendral Soedirman, disepanjang Jalan HR.Soebrantas Panam yang jika hujan dengan intensitas tinggi pasti menyebabkan genangan air sehingga membuat arus lalu lintas pun menjadi Macet.

Banjir ini juga menunjukan Kota ini salah urus, " Permasalahan banjir ini sebenarnya dapat diatasi dan dicegah tentunya dengan perencanaan tata kota yang Memperhatikan aspek teknik", ujar rezki.

Rezki Juga menilai selama 2 Periode sebagai orang nomor Satu Di Kota Pekanbaru,Firdaus harus nya mampu dan paham tata perencanaan kota,Daerah aliran sungai dan Drainase.Terlebih sebelum menjadi Walikota ia menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) PUPR Provinsi Riau.

Lebih jauh Rezki juga mengatakan saat ini Pemko dalam hal ini Walikota Pekanbaru Terkesan "Tidur" Tanpa mau tau dengan permasalahan yang ada.Pemko hanya sibuk melakukan Pembangunan tanpa memperhatikan dampak apa yang ditimbulkan kepada Masyarakat banyak. "Tutup Rezki.

#JanganTutupMata